Arsip Berita -> Berita

Berita

Tanggal : 2017-04-06 | Waktu : 11:54:25
Studium General Fakultas Syari'ah dan Hukum

     04 April 2017, Fakultas Syari'ah dan Hukum mengadakan Studium General (SG) Fakultas Syari'ah dan Hukum dengan tema "Penerapan Syari'at Islam, Pengalaman Eropa, Australia, dan Indonesia". Acara ini dihadiri oleh ± 600 mahasiswa fakultas, ±60 dosen dan Pejabat dilingkungan UIN SU Medan, Pejabat Pemerintah kota Medan, dan tak luput pula hadir dewan penyantun UIN SU Medan, Bapak H. Anif. Studium General ini mendatangkan narasumber Bapak Nuim Mahmud Khaiyat (Pimpinan Radio Australia Siaran Bahasa Indonesia), Bapak Prof. Dr. Saidurrahman, M.Ag (Rektor UIN SU Medan), dan Bapak Prof. Dr. Bismar Nasution, MH (Guru Besar Fakultas Hukum USU).

     Dekan Fakultas Syari’ah dan Hukum, Dr. Zulham, S.HI, M.Hum dalam kata sambutan mengatakan bahwa Islam di Indonesia memiliki semangat juang yang tiada henti dalam membangun negara yang lebih baik. Semangat keislaman merupakan hal yang penting, mengingat hal tersebut yang  membuat negara ini merdeka dari segala penjajahan. Maka sesungguhnya, efek dari keberadaan mayoritas umat Islam saat ini di Indonesia, menginginkan ajaran Islam diregulasi ke dalam instrumen yang ada dalam negara ini, sebab jika tidak, akan memberikan ancaman yang serius ke depan dalam penyelenggaraan negara. Begitu pula Rektor UIN SU Medan Prof. Dr. Saidurrahman, M.Ag, dalam kata sambutannya mengatakan bahwa Islam merupakan salah satu peradaban yang mengisi sejarah dunia hingga sekarang, dan Indonesia adalah salah satu bagian dari dunia tersebut. Bahkan menurut beliau, Islam dan Keindonesiaan adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan.

      Nuim Mahmud Khaiyat, selaku Narasumber pertama menyatakan sesungguhnya dengan keadaan saat ini, Islam menjadi agama yang berkembang begitu pesat di dunia Internasional. Bahkan ia menyatakan bahwa keberadaan agama Islam sejatinya benar-benar sebuah agama yang begitu sempurna di dunia ini. Beliau juga bercerita dengan kondisi Eropa dan Australia yang saat ini mulai banyak yang mengenal Islam dan sangat tertarik dengan ajarannya. Demikian pula dengan apa yang disampaikan Prof. Bismar, bahwa saat ini perekonomian yang dibangun dengan landasan Islam berada di Eropa, tepatnya di Inggris, sehingga perekonomian mereka pun sebenarnya menjadi yang terbaik saat ini. Beliau berharap Indonesia memiliki tekad yang kuat dalam membangun perekonomian rakyat yang berlandaskan Syari’at Islam, agar seluruh dunia tahu bahwa ajaran Islam pun dalam bidang ekonomi memberikan dampak positif dalam kehidupan bernegara. Prof. Saidurrahman selaku narasumber selanjutnya menyatakan bahwa Indonesia kekinian harus didampingi dengan setiap ajaran Islam. Menurutnya, sumber utama ajaran Islam yakni Alquran sesungguhnya bukan hanya semata milik umat muslim saja, melainkan milik semua umat dan makhluk, ajaran dalam Alquran sebagai bagian dari khitab Allah, harus diinterpretasikan dalam kehidupan bernegara.  Nyatanya, ulama terdahulu sudah melakukan hal tersebut, sehingga lahirlah seperti Fiqh, Fatwa, Qadha, dan Qanun yang berlaku dan dijalankan oleh negaranya dalam menjalankan pemerintahan. Sekiranya muslim Indonesia berjuang dengan semangat keislaman dan keindonesiaan, niscaya penerapan syari’at Islam di Indonesia pun tidak hanya kepada umat muslim saja yang merasakan efek positifnya, namun juga kepada umat lainnya.

      Acara ini begitu khidmat dan berlangsung bagus hingga akhir acara. Begitu acara selesai, banyak mahasiswa dan beberapa wartawan yang telah hadir sebelumnya antusias untuk berdialog langsung dengan para narasumber, mengingat materi yang disampaikan memiliki bobot yang begitu menarik untuk dikaji secara mendalam.

 

By: Fakultas Syari’ah dan Hukum (Admin)