Jum’at, 6 November 2026 | MEDAN – Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Sumatera Utara Medan menggelar kegiatan Penyusunan Silabus dan Topik Inti Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sumatera Utara Medan dengan tema “Reorientasi Silabus dan Topik Inti Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sumatera Utara Medan di Era Transformasi Global”. Kegiatan berlangsung pada Jum’at, 6 November 2026, di Aula Gedung A Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sumatera Utara Medan.

Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sumatera Utara Medan Dr. H. Sugeng Wanto, M.Ag., dan dihadiri para pimpinan fakultas, dosen, dan perwakilan mahasiswa. Dengan melibatkan ketiga unsur tersebut, penyusunan silabus tidak hanya menjadi urusan pengelola kurikulum, tetapi juga menampung masukan dari pengajar dan mahasiswa sebagai pihak yang langsung merasakan proses pembelajaran.
Tema “reorientasi” menegaskan bahwa fakultas ingin meninjau kembali arah dan isi pembelajaran agar tetap relevan di tengah perubahan global yang berlangsung cepat, baik di bidang hukum, ekonomi, teknologi, maupun kebutuhan dunia kerja. Silabus dan topik inti menjadi pijakan utama karena menentukan apa yang dipelajari mahasiswa dan kompetensi apa yang dimiliki lulusan.
Untuk memperkaya pembahasan, panitia menghadirkan empat narasumber dari kalangan akademisi dan praktisi:
- Prof. Dr. Zulham, M.Hum., Guru Besar Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sumatera Utara Medan.
- Dr. Ismul Fakhri Lubis, S.E., M.M., Banking Executive Leader.
- Dr. Muhammad Saleh, S.H.I., M.A., Rektor Institut Jam’iyyah Mahmudiyah Langkat.
- Dr. Aidil Susandi, Lc., M.H.I., Dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sumatera Utara Medan.
Perpaduan latar belakang narasumber memberi sudut pandang yang beragam dalam pembahasan. Para narasumber berasal dari lingkungan perguruan tinggi dan dunia profesi, sehingga silabus dan topik inti dapat dibahas dari sisi keilmuan sekaligus dari sisi kebutuhan di lapangan. Dari kalangan akademisi, Prof. Dr. Zulham, M.Hum. dan Dr. Aidil Susandi, Lc., M.H.I. mewakili perspektif internal fakultas. Keduanya membahas penguatan keilmuan dan arah pengembangan kurikulum, termasuk bagaimana materi pokok pada rumpun syariah dan hukum perlu dijaga kedalamannya sekaligus dikembangkan agar tetap sejalan dengan perkembangan zaman. Sebagai pengajar yang bersentuhan langsung dengan perkuliahan, mereka juga menyoroti pentingnya silabus yang jelas, runtut, dan dapat dijalankan oleh dosen di kelas.
Dr. Muhammad Saleh, S.H.I., M.A., selaku Rektor Institut Jam’iyyah Mahmudiyah Langkat, menghadirkan sudut pandang dari sesama lembaga pendidikan tinggi. Pengalaman memimpin perguruan tinggi memberi gambaran tentang bagaimana penyusunan silabus berkaitan dengan penguatan kelembagaan dan mutu lulusan. Sementara itu, Dr. Ismul Fakhri Lubis, S.E., M.M., Banking Executive Leader, menghadirkan perspektif kebutuhan profesi dari dunia perbankan. Masukan dari praktisi ini penting karena sektor keuangan dan perbankan syariah berkaitan erat dengan ilmu hukum dan syariah. Lulusan FSH diharapkan tidak hanya kuat secara teori, tetapi juga memiliki kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja.

Melalui kegiatan ini, peserta mendapat gambaran menyeluruh tentang tantangan yang dihadapi program studi di era transformasi global. Perubahan yang berlangsung cepat menuntut lulusan yang menguasai dasar keilmuan, mampu beradaptasi, dan siap menghadapi dinamika global. Pembahasan lintas sudut pandang ini diharapkan menjadi bahan bagi para pimpinan, dosen, dan perwakilan mahasiswa dalam merumuskan silabus dan topik inti yang relevan, terarah, dan tetap berpijak pada nilai-nilai keislaman.
Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama para pimpinan, dosen, dan mahasiswa di Aula Gedung A.

